Thursday, December 14, 2017

Tertib Diri

PASAL 1
PENGGUNAAN HANDPHONE & LAPTOP

 

Ayat 1

 Mahasiswa/i tidak diijinkan membawa dan menggunakan handphone dalam seluruh aktifitas atau kegiatan-kegiatan sekolah seperti kerja harian, jam akademis, bakti kampus, ibadah, belajar malam, dan kegiatan serupa lainnya.

 

Ayat 2

 Mahasiswa wajib menggunakan laptop sesuai dengan fungsinya, bukan perangkat untuk menghabiskan waktu dengan bermain game

 

 PASAL 2
TUGAS WAJIB

 Ayat 1

Tugas wajib adalah pekerjaan sehari-hari yang berhubungan dengan perawatan dan pemeliharaan kampus dan fasilitas milik sekolah. Contohnya adalah bangunan-bangunan fisik dalam kampus seperti: kantor, ruang kuliah, asrama, aula, ruang makan, dapur, kamar mandi dan wc serta halaman. Yang dimaksud dengan fasilitas milik sekolah adalah:

  1. Asrama, yang mencakup semua peralatan yang disediakan oleh sekolah untuk mahasiswa/i seperti tempat tidur, kasur, lemari, setrika, cermin, gantungan handuk, dsb.
  2. Dapur, yang mencakup semua peralatan masak dan peralatan makan.
  3. Kantor, yang mencakup semua fasilitas seperti komputer, mesin ketik, alat-alat tulis, perabot kantor dsb.
  4. Kapel, yang mencakup semua peralatan ibadah seperti buku nyanyian, alat musik, mimbar, bangku, sound-system, dsb.
  5. Ruang Kelas, yang mencakup semua peralatan seperti alat-alat tulis, papan tulis, OHP, dsb.
  6. Peralatan Kerja, yang mencakup semua peralatan seperti sapu, kain pel, sabit, gunting rumput, cangkul, sekop, penggaruk tanah, mesin pemotong rumput, dsb.

 

Ayat 2

Pembagian tugas wajib diatur oleh Kepala Asrama Putra dan Kepala Asrama Putri.

 

PASAL 3
TUGAS BAKTI KAMPUS

Ayat 1

 Tugas bakti kampus adalah kegiatan yang meliputi pekerjaan kebersihan dan pertamanan kampus yang mencakup sekitar gedung dan lingkungan rumah dosen.

 Ayat 2

 Setiap mahasiswa/i wajib melaksanakan tugas bakti kampus pada hari dan jam yang telah diatur sekolah.

 

Ayat 3

Mahasiswa/i yang tidak dapat melaksanakan tugas bakti kampus pada hari yang telah ditentukan, harus mendapat ijin terlebih dahulu dari Ketua Bakti Kampus dan harus melakukan tugas tersebut pada hari yang lain.

 

Ayat 4

Pembagian tugas bakti kampus diatur oleh Ketua Bakti Kampus.

 

Ayat 5

Ketua Bakti Kampus dapat menunjuk seorang ketua kelompok dan pembantunya untuk setiap kelompok.

 

Ayat 6

Hari pelaksanaan bakti kampus ditentukan oleh Ketua Bakti Kampus dalam konsultasi dengan Ketua STT Berea.

 

 PASAL 4
TUGAS JAGA ASRAMA

 Ayat 1

 Apabila diperlukan, mahasiswa/i akan ditugaskan menjaga asrama pada masa liburan sekolah.

 

Ayat 2

Bilamana diperlukan, Pimpinan Sekolah dapat meminta mahasiswa/i untuk melakukan tugas tambahan.

 

PASAL 5
ASRAMA

 Ayat 1

 Pada permulaan semester, mahasiswa/i diwajibkan membayar uang jaminan kunci kamar sebesar Rp. 10.000.

 

Ayat 2

Mahasiswa/i wajib membersihkan kamarnya setiap pagi dan sore.

 

Ayat 3

Mahasiswa/i wajib membersihkan seluruh asrama pada awal dan akhir semester.

 

Ayat 4

Mahasiswa/i tidak diperkenankan berpindah kamar atau tempat tidur yang telah ditentukan oleh Kepala Asrama pada awal semester.

 Ayat 5

 Mahasiswa/i tidak diperkenankan berbaring atau tidur berduaan di satu tempat tidur.

 

Ayat 6

Mahasiswa/i tidak diperkenankan memaku dinding, tempat tidur, menambah atau mengurangi bentuk barang-barang milik sekolah.

 Ayat 7

 Listrik dan semua bentuk penerangan lainnya harus dimatikan pada saat meninggalkan kamar dan selama ketentuan jam malam berlaku.

Ayat 8

Dilarang membunyikan tape recorder atau radio atau hp dan sejenisnya tanpa menggunakan headphone.

 

Ayat 9

Mengingat bahwa asrama merupakan tempat belajar, beristirahat dan tidur, maka mahasiswa/i harus menjaga dan memelihara ketenangan di dalam asrama.

 

Ayat 10

Selain mahasiswa/i atau dosen/staf, tidak diperkenankan membawa masuk orang lain ke kamar asrama.

 

Ayat 11

 Tidak diperkenankan memakai barang-barang (sabun, pasta gigi, sepatu, semir sepatu, pakaian, minyak rambut, dsb) mahasiswa/i lainnya tanpa ijin pemiliknya.

 Ayat 12

 Sewaktu-waktu Kepala Asrama dapat mengadakan pemeriksaan asrama tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

 

PASAL 6
RUANG MAKAN DAN DAPUR

 Ayat 1

Semua mahasiswa/i harus makan di ruang makan pada jam yang telah ditetapkan kecuali sakit atau sedang berpuasa.

Ayat 2

 Mahasiswa/i yang bermaksud berpuasa wajib memberitahukan dan menuliskan namanya pada lembaran yang telah disediakan di ruang makan, selambat-lambatnya enam jam sebelum jam makan dan menjalankan disiplin puasa dengan tertib tanpa menjadi batu sandungan bagi orang lain

 

Ayat 3

Mahasiswa wajib berlaku tertib, sopan, rapi (sudah mandi dan mengenakan celana panjang yang sopan bukan baju tidur ataupun baju olah raga) di ruang makan.

  Ayat 4

Mahasiswa/i harus memakai alat-alat makan yang telah disediakan seperti gelas, piring, sendok dan garpu pada waktu makan.

 Ayat 5

Mahasiswa/i tidak diperkenankan membawa makanan yang telah disediakan oleh sekolah ke luar ruang makan kecuali untuk mahasiswa yang sedang sakit.

 

 Ayat 6

Mahasiswa/i tidak diperkenankan menggunakan fasilitas dapur untuk keperluan pribadi tanpa ijin dari Ketua Sekolah dan Bendahara.

 

Ayat 7

Mahasiswa/i tidak diperkenankan masuk ke ruang dapur kecuali bagi mereka yang bertugas di dapur.


Ayat 8

Sampah makanan harus dimasukkan ke dalam tempat sampah yang telah disediakan.

 

PASAL 7
FASILITAS DAN BARANG MILIK SEKOLAH

 Ayat 1

 Mahasiswa/i harus mendapat ijin dari bagian perlengkapan untuk meminjam dan menggunakan barang-barang seperti: LCD, OHP, alat musik, sound sistem. OHP,dsb.

 

Ayat 2

Kerusakan atau kehilangan barang-barang tersebut menjadi tanggung jawab peminjam untuk mengganti.

 

Ayat 3

 Mahasiswa/i tidak diperkenankan memetik buah-buahan milik sekolah/dosen atau staf.

 

Ayat 4

Mahasiswa/i tidak diperkenankan menambah atau merubah saluran listrik. Apabila terjadi kerusakan, wajib melaporkan kerusakan tersebut kepada bagian perlengkapan.

 

Ayat 5

 Mahasiswa/i tidak diijinkan mempergunakan dan mengirim berita melalui interphone, mahasiswa/i hanya diijinkan menerima saja apabila diminta.

 

Ayat 6

Mahasiswa/i yang memakai peralatan elektronik pribadi yang menggunakan listrik sekolah kecuali setrika, akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Ayat 7

 Mahasiswa/i dilarang mengambil barang-barang milik koperasi tanpa membayarnya terlebih dahulu.

 

 

PASAL 8
PAKAIAN DAN KERAPIHAN DIRI

 

Ayat 1

Mahasiswa/i wajib memakai pakaian yang bersih, pantas dan sopan selama berada di kapel, ruang kuliah, ruang makan dan pada saat keluar kamar atau kampus. Tidak diperkenankan memakai celana pendek dan pakaian yang terlalu ketat.

 Ayat 2

Selama mengikuti kuliah, kebaktian, mahasiswa/i harus berpakaian rapi, bersih, dan sopan. Tidak diijinkan memakai kaos tanpa krah dan sandal.

 Ayat 3

Wanita diperkenakan memakai celana panjang yang sopan dan pantas pada saat kerja bakti, berada di dalam kampus, pada jam olah raga, belajar malam dan pada waktu menempuh perjalanan jarak jauh.


Ayat 4

Mahasiswa/i wajib mencuci dan menyeterika pakaiannya sendiri dan menjemur pakaiannya pada tempat yang telah ditentukan.

Ayat 5

Pada saat bakti kampus atau olah raga, pria dan wanita diperkenankan memakai celana pendek yang sopan, minimal di bawah lutut.

Ayat 6

Mahasiswa/i harus memelihara kebersihan diri dan dilarang memakai gaya rambut yang ekstrim. Khusus bagi mahasiswa dilarang memelihara jenggot.

Ayat 7

 Mahasiswa/i tidak diperkenankan keluar asrama mengenakan baju tanpa lengan

 

Ayat 8

 Mahasiswa/i keluar kampus wajib mengenakan pakaian yang rapi dan sopan (tidak diijinkankan mengenakan celana kolor dan baju tanpa lengan)

 

 PASAL 9
TERTIB UMUM PERGAULAN

 

Ayat 1

Pergaulan antara mahasiswa dengan mahasiswi haruslah sesuai dengan norma-norma atau perilaku Kristiani sebagaimana terdapat di dalam Alkitab.

 

 Ayat 2

Menjauhi semua bentuk pergaulan yang tidak menunjang kesaksian dan pembentukan watak Kristen.

 

Ayat 3

Menghindari semua bentuk pergaulan yang menimbulkan syak atau menjadi batu sandungan bagi orang lain, diantaranya:

  1. Mahasiswa menginap di rumah mahasiswi atau sebaliknya.
  2. Mahasiswa menginap di rumah mahasiswa dan sebaliknya, dalam rombongan tanpa ada guru yang menyertainya.
  3. Memfitnah, dsb.
  4. Mahasiswa dan mahasiswi yang pergi ke luar kampus bersama-sama tanpa seijin Ketua Sekolah.

 

Ayat 4

Semua mahasiswa/i tidak diijinkan berduaan dengan lawan jenisnya baik di dalam maupun di luar kampus.

 

 PASAL 10
TERTIB BERPACARAN

 

Ayat 1

Oleh karena mahasiswa/i sedang menempuh pendidikan untuk dipersiapkan menjadi pelayan Tuhan, maka mahasiswa/i baru diijinkan berpacaran setelah menempuh minimal 81 sks.

 

Ayat 2

Mahasiswa/i yang telah menempuh minimal 99 sks, diijinkan berpacaran dengan adik tingkatnya yang telah menempuh minimal 36 sks.

 Ayat 3

Mahasiswa/i yang sedang berpacaran wajib mengendalikan diri agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

 Ayat 4

Mahasiswa dan mahasiswi yang sudah resmi berpacaran dilarang pergi bersama-sama tanpa seijin Ketua Sekolah.

 Ayat 5

Mahasiswa/i yang berpacaran, wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Mendapat persetujuan tertulis dari orang tua.
  2. Mendapat persetujuan dari Ketua Sekolah.

 Ayat 6

 Mahasiswa/i yang telah memenuhi persyaratan tersebut dijinkan mengadakan pertemuan atas ijin kepala sekolah, pertemuan diluar waktu yang telah ditetapkan dianggap sebagai pelanggaran.

 

 Ayat 7

Mahasiswa/i yang berpacaran dengan orang lain yang tinggal di luar kampus wajib memberitahukan kepada sekolah dan memenuhi persyaratan point 6.

 

 PASAL 11
PERNIKAHAN

 

Ayat 1

Mahasiswa/i yang menikah pada saat sedang menempuh pendidikan, wajib tinggal di luar kampus.

 

PASAL 12
IJIN KELUAR KAMPUS

 

Ayat 1

Mahasiswa/i yang bermaksud ke wilayah keluarahan Sidorejo Lor dan kota Salatiga wajib meminta ijin terlebih dahulu kepada kepala asrama dan wajib mengisi buku ijin yang telah disediakan. Mahasiswa/i dijinkan keluar pada pukul 13.30 s/d 15.30 dengan ketentuan:

  1. Putra setiap hari Senin
  2. Putri setiap hari Rabu

 Ayat 2

Apabila ternyata ijin yang diberikan menyebabkan mahasiswa/i yang bersangkutan tidak dapat mengikuti pelajaran, maka mahasiswa/i tersebut wajib mendapat persetujuan dari semua dosen yang bersangkutan dan dari bagian pendidikan (Ketua Prodi) sebelum memperoleh ijin dari Kepala Asrama.

Ayat 3

Setelah memperoleh ijin, mahasiswa/i yang bersangkutan wajib mengisi buku ijin keluar/masuk kampus yang diparaf oleh Kepala Asrama.

Ayat 4

Pemberian ijin keluar kampus akan dipertimbangan berdasarkan: 1) Jenis keperluan; 2) Banyaknya ijin yang diberikan sebelumnya; 3) Prestasi akademis mahasiswa yang bersangkutan.

 

Ayat 5

Kepala Asrama mempunyai wewenang penuh untuk mengabulkan atau menolak perimtaan ijin keluar kampus.

 

PASAL 13 
IJIN KELUAR KOTA SALATIGA

 Ayat 1

Mahasiswa yang bermaksud keluar kota Salatiga dan tidak mengikuti kuliah, wajib memperoleh persetujuan dari semua dosen yang bersangkutan dan dari bagian pendidikan (Ketua Prodi). Persetujuan ini dibuktikan dengan tanda tangan para dosen dan dari bagian pendidikan (Ketua Prodi) pada lembaran ijin keluar. Dan wajib memberitahukan ijin tersebut kepada kepala asrama.

  Ayat 2

Ketua Sekolah berwenang untuk memberikan keputusan terakhir terhadap maksud mahasiswa/i yang bersangkutan.

 

Sekolah Minggu

286101
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
151
181
875
283693
2864
4720
286101

Your IP: 54.227.51.103
Server Time: 2017-12-14 15:06:31

Search

Login Form